BIJAK BERMEDIA SOSIAL

  • May 06, 2026
  • Hadiyanor

​Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi ruang bagi kita semua untuk berbicara dan berbagi informasi. Belakangan ini, kita sering melihat berbagai konten yang mengkritik kinerja pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

​Perlu kami tegaskan bahwa Pemerintah Desa Cahaya Baru sangat terbuka dan menghargai kritik. Kami menyadari bahwa kritik adalah elemen penting dalam pembangunan. Tanpa masukan dan kontrol dari masyarakat, roda pembangunan tidak akan berjalan dengan maksimal dan tepat sasaran. Kritik adalah cermin bagi kami untuk terus berbenah.

​Namun, kami juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan kritik pada tempatnya. Media sosial adalah ruang publik yang sangat luas dan terkadang liar. Mari kita berhati-hati agar jangan sampai jempol kita menjerumuskan kita ke dalam hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, atau pelanggaran UU ITE yang justru bisa merugikan diri sendiri dan keluarga.

Bagaimana cara mengkritik yang bijak?

  1. Gunakan Saluran Resmi: Kami mengundang warga untuk hadir dalam forum Musrenbangdes, atau menyampaikan aspirasi langsung melalui kantor desa dan layanan pengaduan yang telah tersedia. Kritik di saluran resmi akan jauh lebih cepat ditindaklanjuti secara administratif.
  2. Berbasis Data dan Fakta: Sampaikan poin keberatan dengan jelas dan berdasarkan realita di lapangan, bukan sekadar opini atau emosi sesaat.
  3. Fokus pada Solusi: Kritik yang membangun adalah kritik yang juga menawarkan jalan keluar demi kemajuan desa kita tercinta.
  4. Jaga Sopan Santun: Kritiklah kebijakannya, bukan menyerang pribadi atau karakter individunya.

​Mari kita wujudkan Desa Cahaya Baru, Kecamatan Jejangkit, sebagai desa yang cerdas digital. Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menyebarkan kebaikan, bukan sebagai tempat memutus tali persaudaraan.

Bijak Bermedia Sosial, Cerdas Dalam Berbicara. Berani Kritis, Tahu Tempatnya!