DENYUT EKONOMI DI TEPI JALAN

  • Apr 30, 2026
  • Hadiyanor

 

​Matahari baru saja mengintip di ufuk timur, namun riuh rendah suara tawar-menawar sudah memecah kesunyian desa. Sejak dekade 70-an, rutinitas ini tidak pernah berubah. Inilah Pasar Kamis, sebuah potret kegigihan ekonomi rakyat yang telah melintasi berbagai zaman, meski waktu seolah berjalan lambat di sini.

Tradisi yang Menumpang Waktu

​Sudah lebih dari setengah abad para pedagang berkumpul di sini. Sayangnya, hingga hari ini, pasar ini belum memiliki lahan permanen sendiri. Tanpa bangunan megah atau los yang tertata, para pedagang menggantungkan hidup mereka pada bahu jalan dan pelataran rumah warga.

​Setiap hari Kamis, aspal jalanan yang biasanya sepi berubah menjadi "lantai toko". Payung-payung lebar berwarna warni bermunculan bak jamur di musim hujan, melindungi tumpukan sayur segar, ikan tangkapan lokal, hingga pakaian dari sengatan matahari.